Jumat, 08 April 2016

Keajaiban di Gaza, Ratusan Ikan Pari Terdampar di Pantai


Ratusan ikan pari jenis mobula terdampar secara misterius di Pantai Gaza City. Terdamparnya ratusan ikan pari jenis mobula ini tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi warga Gaza yang tengah menghadapi konflik dan blokade dengan negara Israel.

Ikan pari jenis mobula merupakan salah satu spesies ikan yang banyak dicari oleh para nelayan setempat, selain banyak memiliki daging yang enak dimakan, ikan jenis ini berharga cukup mahal, yaitu sekitar 6 sampai 7 Sekhel atau sekitar Rp. 14 ribu.

Biasanya warga Gaza mendapatkan ikan jenis ini dari Mesir yang dikirim melalui terowongan bawah tanah. Karena susah didapat inilah salah satu faktor yang menyebabkan ikan pari jenis mobula ini berharga mahal dan sekarang para warga Gaza bersyukur menyambut berkah yang luar biasa ini.


Menurut nelayan setempat, ini bukan pertama kalinya ikan-ikan ini terdampar, karena sebelumnya sebanyak 220 ekor ikan terdampar. Dan dia sangat yakin besok akan ada lebih banyak lagi ikan yang terdampar, “hari ini Allah menyediakan semua ini untuk kami,” katanya.

Adalah Bob Rubin, salah seorang pakar ikan pari yang terkenal dari Universitas Santa Rosa di California, mencoba menguak misteri ini, namun tetap saja sampai saat ini belum terpecahkan.

“Ini adalah hal yang aneh dan saya tidak pernah menemukan hal seperti ini sebelumnya. Saya telah bekerja di Teluk California bertahun-tahun dimana banyak sekali terdapat sekumpulan mobula, tapi saya belum pernah melihat mereka terdampar massal seperti ini,” kata dia.


Dia menambahkan, tanpa melihat kondisi ikan dan faktor lain seperti isi perut dan kondisi insang mereka, ia tidak bisa menentukan apa yang menyebabkan ikan-ikan itu terdampar.

Dugaan sementara, ia menyebutkan, suara bawah air atau sinyal listrik mungkin telah menyebabkan disorientasi bagi ikan-ikan itu. “Tapi itu hanya tebakan saya,” kata Rubin.

Kondisi Ikan yang terdampar ini memiliki goresan luka di beberapa bagian tubuhnya, kebanyakan di bagian sirip.

Apapun penyebab terdamparnya ikan pari jenis mobula ini, yang pasti hal ini adalah suatu berkah yang luar biasa bagi warga Gaza Palestina yang tengah ditimpa konflik berkepanjangan dengan negara Israel. [dailymail/Ukmi Al Kahfi-Uir]

Kamis, 07 April 2016

Subhanallah!! Semua Sujud Kepada Allah Baik yang Ada Di Langit Maupun yang Di Bumi


Perintah Bersujud Kepada Allah. a. Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukulah*) bersama-sama orang yang ruku’. (QS. 3/Ali Imron : 43)

keterangan :
*) Ayat ini menjelaskan, bahwa sholat pada masa itu juga dilakukan dengan ruku’ dan sujud.
b. Wahai orang-orang B. BERSUJUDLAH HANYA KEPADA ALLAH
yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuat kebaikan agar kamu beruntung. (QS. 22/Al-Hajj : 77)

Segala Sesuatu Hanya Sujud pada Allah
a. Dan semua sujud kepada Allah baik yang ada di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan (sujud pula) bayang-bayang mereka pada waktu pagi petang hari. (QS. 13/Ar-Ro’du : 15)

b. Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua mahluk yang bergerak, (bernyawa), dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (QS. 16/An-Nahl : 49)

c. Tidaklah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, jug a matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata, dan banyak diantara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapat azab. Barang siapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki. (QS. 22/Al-Hajj: 18)

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud, maka mereka tidak mampu, pandanganmereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah di seru untuk waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan). (QS 68/Al-Qolam :42-43)

Keterangan:
1) Yang dimaksud hari ketika betis disingkapkan adalah menggambarkan keadaan orang  yang sedang ketakutan yang hendak lari karena dahsyatnya huru-hara hari kiamat.
2) Mereka diminta sujud hanya untuk menguji keimanan mereka, padahal mereka tidak mampu lagi melakukannya karena persendian tulang-belulang mereka telah lemah dan azab meliputi mereka.

Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahri, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, namun bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (QS. 41/Fushshilat : 37). [reportaseterkini.net]

Wanita ini Malu Bersalaman Dengan Suami yang telah Sah Di Nikahinya, Ternyata ini Sebabnya


Kejadian unik terjadi pada pasangan yang baru saja menikah di Kedah, Malaysia, pada 05 Juni 2015 lalu. Sang istri malu bersalaman dengan suami yang telah sah dinikahinya sesaat setelah selesai ijab kabul pernikahan mereka.

Dilansir dari media sosial facebook, dikatakan bahwa si wanita selama ini selalu menjaga dirinya sehingga tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun kecuali mahramnya. Dan keanehan terjadi ketika si istri diminta bersalaman dengan suami sahnya, sang istri malu bersalaman dengan suami nya tersebut.

Kejadian ini mengundang tawa orang sekitar yang menyaksikan acara tersebut, bahkan tante dari si mempelai wanita sampai memaksa memegang tangannya agar mau bersalaman dengan sang saumi sah yang baru saja dinikahi.

Melihat kejadian ini sang suami tidak lantas marah, malahan ikut tertawa dengan yang lainnya sambil menepok jidatnya sebagaimana terlihat pada gambar.

Hikmah yang dapat kita ambil adalah, begitulah seorang wanita yang selalu menjaga dirinya hingga kemudian kehalalannya datang padanya. Hal ini sangatlah penting, karena menjaga diri tersebutlah kemudian kita menjadi istri solehah nantinya.

Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu ‘Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:

“Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya.”

Begitulah istri malu bersalaman dengan suami nya. Semoga mereka menjadi keluarga bahagia di dunia dan akhirat. [reportaseterkini.net]

MasyaAllah.. Inilah Putra Dr. Zakir Naik Yang Sudah Menjadi Hafidz Sejak Umur 13 Tahun


Zakir Abdul Karim Naik : adalah seorang pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja Muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF)[1], sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Namanya Fariq Naik, Anaknya Dr. Zakir Naik. Umurnya 21 tahun. Dy telah menyelesaikan levelnya (CIE, UK), di Islamic International School & Junior College, Mumbai.
Sudah hafidzh Qur'an sejak berumur 13 tahun.

Sejak umur 8 tahun, dIA sudah terbiasa dengan perjalanan dakwah ayahnya.
Fariq mulai memberikan ceramah singkat dlm bahasa Inggris dan Arab di depan ribuan orang di Chennai, Pune, Dubai, Italia, Trinidad dan kota2 lain di dunia.

Pada tahun 2003 di usia 9 tahun, dy menangani audiens yg jumlahnya lebih dari 50.000 orang di Srinagar dan audiens yg lebih besar di Hyderabad pada tahun 2006 pada usia 12 tahun.

Setelah presentasi singkat di TV Perdamaian (Peace TV, perusahaan televisi milik ayahnya), ia telah diundang untuk memberikan ceramah tentang Islam di berbagai belahan dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain, Italia, Sri Lanka dan Maladewa.

Seperti kebanyakan pemuda pada umumnya, dy juga menyukai olahraga seperti sepak bola, karate, berenang dan judo. Dy memiliki sabuk hitam Taekwondo & Karate.

Dy adalah pembicara termuda pada usia 15 tahun, di antara lebih dari 30 pembicara Islam yg berasal dari 15 negara yg berbeda di salah satu konferensi dakwah Islam internasional yg terbesar di dunia, "Perdamaian-Solusi untuk Kemanusiaan" yg diselenggarakan pada bulan November 2009 di Mumbai, India.

Saat ini, Fariq sedang melakukan Studi Islam di Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University di Riyadh, Arab Saudi.
Generasi penerus memang harusnya seperti ini. Masya Allah [reportaseterkini]

Kisah Sedih Ibu Tua, BPJS dan Uang 12 Ribu Rupiah


Saya dan putra saya keluar dari rumah sakit menuju area parkir. Tiba-tiba mata tertuju pada seorang ibu tua yang duduk di tangga. Sekilas saya melihat beliau menangis.

“Kakak ke mobil duluan… Bubu nyusul sebentar,” kataku sambil menghampiri ibu itu.

“Ibu kenapa?” tanyaku.

Sang ibu bergegas menghapus air matanya.

“Gak apa-apa, Neng…” jawabnya.

“Kalau enggak apa-apa kenapa Ibu nangis?”

“Enggak… Capek aja katanya… Ibu mau berobat pake BPJS, tadi pagi berangkat pagi-pagi biar gak ngantri lama, soalnya kalau lama-lama ibu suka gak kuat lemes. Gak taunya dokternya baru ada jam 2,” katanya.

“Oh gitu…. Kalau gitu Ibu pulang dulu aja yaa,” kata saya mencoba memberikan solusi.

“Uang Ibu tinggal 12 ribu rupiah, Neng… Kalau Ibu pulang gak bisa ke sini lagi… 12 ribu ngepas buat ongkos ojek pulang… padahal…

Ibu lemes laper… Bingung,” jawabnya. Kembali bulir itu jatuh.

“Kalau Ibu pulang dari sini juga gimana makannya kalau uangnya tinggal buat ongkos pulang doang?”

“Gak tau, Neng… Pokoknya Ibu mah mau berobat biar sehat, dada Ibu nyesek gak tahan,” jawabnya.

“Ibu punya anak?” tanya saya.

“Punya, Neng, empat orang,” jawabnya.

“Anaknya tau Ibu sakit?” tanya saya lagi.

“Enggak Neng… Takut nyusahin. Mereka aja udah berat sama anak-anaknya. Kalau Ibu ngeluh kasihan takut anak-anak malah susah……biar aja Ibu susah sendiri… masih bisa jalan ini.”

“Lah Ibu sehari-harinya dapet dari mana?” tanya saya.

“Ya Ibu mah disuruh-suruh beres-beres, nyuci piring, apa aja mau. Kadang anak-anak kalau ada rejeki ya ngasih,” jawabnya.

“Hmmmmm….. Ya udah yu Bu… Ibu pulang aja… Istirahat, makan… Jam 2 baru ke sini lagi,” kata saya.

“Gak bisa, Neng…” jawabnya lirih.

“Bisa, Bu… Ada jalan dari Allah…” kata saya seraya menggandeng tangannya.

Ibu. Malaikat yang selalu mau direpotkan tapi tidak mau merepotkan. Senyumnya menutup luka. Kita anaknya yang harus peka… [IslamPos]

Bayi Ajaib Dari Keluarga Non Muslim Yang Mengislamkan Ribuan Warga Afrika, Kini Telah Beranjak Dewasa!


Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.


Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang


Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

Jika anda muslim tolong sebarkan artikel ini, tunjukkan bahwa Islam itu benar dan islam itu adalah rahmat bagi seluruh alam, Yukk SHARE.. [muslimjuara]

Nasehat Ibu Kepada Putrinya Yang Akan Menikah


Wahai putriku, bacalah pesan-pesanku ini:

Putriku …
Jangan engkau kira, bahwa pernikahan itu hanya cinta dan kehidupan yang penuh dengan perasaan yang menyenangkan hati, kata-kata lembut yang engkau dengar siang malam…

Putriku …
Janganlah heran jika engkau telah mempersiapkan malam yang romantis dengan segenap kemampuanmu, tiba-tiba suamimu menemuimu seolah-olah engkau tidak ada …
Walaupun engkau berupaya untuk merayunya, namun suamimu berkata dengan tenang: “Saya tidak punya waktu untuk hal ini.”
Atau berkata: “Saya sedang sibuk.”

Putriku …
Janganlah heran jika suamimu tahu engkau sedang sakit, tapi dia lupa menanyakan keadaanmu…
Jangan heran jika suamimu kurang memperhatikan untuk mengagumi kecantikanmu dan rumahmu yang rapi…
Jangan heran jika engkau tidak mendengar darinya ucapan cinta dan rayuan…

Putriku …
Janganlah engkau menunggu bahwa perahu bisa berlabuh diatas daratan yang kering…
Segeralah engkau yang mendahului sebelum suamimu, janganlah engkau menanti darinya…

Ingatlah putriku…
Sesungguhnya lingkungan suamimu berbeda dengan lingkunganmu, kadang suamimu berada di lingkungan yang keras, atau ibu-bapaknya sibuk, sehingga dalam kehidupannya tidak mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang, dsb…

Ingatlah …
Bahwa seorang suami masuk kedalam kehidupan rumah tangga dalam keadaan khawatir tidak mampu memikul tanggung jawabnya, karena tanggung jawab laki-laki lebih besar daripada tanggung jawab perempuan, sehingga ada perbedaan yang jelas sekali …
Karena mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya…
Maka
pikirannya sibuk dengan hal-hal seperti itu, dan dia tidak berpikir seperti yang engkau pikirkan putriku …

Ingatlah …
Bahwa tabiat laki-laki berbeda dengan tabiat wanita…
Ini merupakan fithrah masing-masing dari keduannya…
Janganlah engkau berharap untuk dapat mengubah tabiat dan fithrah dalam waktu singkat…

Ingatlah …
Bahwa pekerjaan laki-laki itu penuh dengan problem yang amat berat… yang akan memberikan pengaruh kepada urat syarafnya setiap saat…

Ingatlah …
Bahwa laki-laki itu berbeda-beda dalam cara mengungkapkan perasaan mereka:

Ada laki-laki yang pandai dalam seni mengungkapkan perasaannya,
Ada yang mengungkapkan dengan perbuatannya,
Ada yang kehabisan kata-kata sehingga tidak sanggup berbicara…

Maka terimalah suamimu dengan keadaan apapun, ucapkan pujian kepada Allah, dan jangan minta hal yang lebih yang tidak ada pada suamimu…

Ingatlah …
Bahwa suamipun butuh cinta dan kasih sayang,
Sungguh Allah ta’ala menjelaskan, bahwa wanita yang penyayang itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya
(ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. 30:21)

Maka segeralah -wahai putriku- engkau mengungkapakan rasa cinta dan tutur kata yang baik, sehingga telinga suami biasa mendengarnya…
Jika engkau tidak membiasakannya, maka jangan engkau harapkan akan ada imbalan berupa kata-kata manis darinya …
Penuhilah telinga & hati suamimu olehmu -duhai putriku- dengan ucapan yang lembut dan perasaan yang baik…

Ingatlah putriku …
Bahwa kehidupan tidak akan menjadi lurus jika berdiri hanya di atas perasaan saja, karena perasaan saja tidak mungkin direalisasikan di alam nyata …
Maka jadikah engkau seorang wanita yang berada di alam nyata , bukan di alam khayalan…

Demikian, semoga bermanfaat.

Kakek di Sulawesi Jual Berlian Untuk Bangun Pesantren


Seorang kakek di Desa Bulu Cendrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan bernama Qarsing berencana melelang berlian koleksinya. Tidak tanggung-tanggung, berlian tersebut memiliki berat 222 gram.


Qarsing akan menggunakan uang tersebut untuk membangun rumah adat, pesantren, dan sekolah.

"Jika lalu, berlian saya seberat 222 gram ini, rencananya sebagian akan saya sumbangkan untuk membayar utang negara. Sebagian saya akan buat sekolah, pesantren dan rumah adat di Kabupaten Sidrap dan Enrekang, yang dikenal dengan Kota Santri, ujar Qarsing, dikutip dari kabarmakassar.com, Selasa, 5 April 2016.

Qarsing mengatakan jika ada negara asing berminat membeli berlian miliknya, dia berharap agar Pemerintah Indonesia bisa menjadi perantara. Setelah terjadi kesepakatan, berlian tersebut dapat diambil langsung di rumahnya.

Saat ini Qarsing bersama warga memang tengah membangun rumah adat berbahan kayu. Meski belum selesai, pembangunan tersebut telah menelan dana miliaran rupiah.

"Rumah adat ini nantinya dipakai apabila ada acara adat di desa," kata pengelola rumah adat, Andi Ucha.

Terkait keaslian batu tersebut, tokoh masyarakat setempat, Harling berani memberikan jaminan. Dia begitu yakin berlian itu asli, setelah banyak pengunjung yang datang dan menguji sendiri batu tersebut dengan alat uji batu mulia.

"Sudah banyak calon pembeli yang datang melihat dengan membawa ahli berlian mengakui keaslian berlian milik Qasing, namun mereka tak mampu membelinya," kata Harling.

Sumber: kabarmakassar.com

SUBHANALLAH.. Siswa SD Juara Cilegon Terbiasa Sholat Dzuhur Berjamaah di Sekolah


Di sekolah siswa dibiasakan untuk mengikuti atau melaksanakan shalat sunnah Dhuha serta shalat Dzuhur berjama’ah. Tetapi bukan sekedar di sekolah, tetapi sehari-hari guru senantiasa mengingatkan pada siswa untuk melakukan shalat 5 saat yang lain, seperti shalat Subuh, shalat Ashar, shalat Maghrib serta shalat Isya.

Di sini kami pihak sekolah, memohon pada wali murid untuk bekerja bersama dalam mengingatkan serta memonitor siswa untuk melakukan shalat 5 saat. Diluar itu, Kami juga memiliki buku penghubung yang dipakai untuk memonitor perubahan siswa, terlebih perubahan dalam melakukan shalat 5 saat. Wali murid mesti mencatat apakah anaknya melakukan shalat atau tak.

“Kami selalu memonitor perubahan siswa terlebih dalam melakukan shalat lima saat. Lantaran seperti yang kita kenali kalau shalat yaitu tiang agama, hingga kami bakal berupaya untuk membiasakan siswa melakukan shalat harus full lima saat, ” ungkap Susanto, Kepala Sekolah SD Juara Cilegon. [Rumah Zakat]

Rabu, 06 April 2016

Gempa 6,1 SR Mengguncang Garut, Jakarta Turut Bergoyang


Gempa kembali mengguncang wilayah Tanah Air. Kali ini lindu berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang wilayah Garut, Jawa Barat.

Menurut BMKG, gempa terjadi pada Rabu, 6 April 2016 pukul 21.45 WIB . Pusat gempa berada di 101 kilometer barat daya Garut, Jawa Barat. Sedangkan kedalaman gempa berada di 10 kilometer di dasar laut.

Namun, berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), www.bmkg.go.id, gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan tsunami.


BMKG menjelaskan pula, lokasi gempa berada di 8.30 Lintang Selatan-107.32 Bujur Timur.

Belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Namun, guncangan sempat dirasakan warga ibu kota Jakarta, terutama yang berada di gedung bertingkat. [liputan6]

Selasa, 05 April 2016

Bora, Hijabers Asal Korea Selatan Yang Menjadi Guru Bahasa Arab Dan Populer Di Instagram


Banyak hijabers muda yang kini populer di Instagram. Salah satunya Bora atau yang lebih dikenal dengan nama akun @olaborasong. Wanita asal Korea ini populer karena sering mengunggah foto dirinya mengenakan jilbab. Bora merupakan seorang mualaf yang menjadi guru bahasa Arab di Korea. Seperti apa sosoknya? Simak uraiannya di sini:

Dalam kesehariannya Bora lebih sering mengenakan gaya jilbab yang simpel. Tidak hanya menggunakan pashmina polos tapi juga scarf bercorak agar terlihat lebih atraktif. Padu padan busananya lebih sering terlihat kasual saat beraktivitas.

Guru Bahasa Arab


Bora mengaku seorang guru bahasa Arab di Instagram. Ia sering mengajar bahasa Arab di masjid dan beberapa perusahaan. Wanita dengan followers lebih dari 61 ribu itu juga beberapa kali memamerkan fotonya bersama murid-muridnya. Salah satunya Febi yang merupakan wanita berhijab asal Indonesia. Bora bisa bahasa Arab karena pernah menempuh studi di Mesir.

Teman Muslim Korea


Bora sering memamerkan foto teman-temannya sesama muslim. Seperti di foto ini, ia mengunggah foto bersama dua teman pria dan satu teman wanita yang juga berhijab. Foto lainnya juga dipamerkan saat ia sedang bersama hijabers Korea bernama Aisha di sebuah restoran.

Teman Muslim Mancanegara


Tidak hanya teman-teman Korea yang ia pamerkan di Instagram, ketika bertemu muslimah lainnya dari berbagai negara Bora juga kerap mengabadikannya. Ia sering mengunggah beberapa foto dirinya bersama hijabers dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Prancis, dan beberapa negara lain yang pernah ditemuinya saat traveling ke luar negeri atau ketika mereka tiba di Korea.

Model dan Cameo

Bora mengaku pernah beberapakali menjadi model muslimah di Korea. Tak hanya itu, ia juga dipilih menjadi cameo untuk film 'Jilbab Traveler' yang diambil dari novel best seller karya Asma Nadia. Bora menjadi cameo saat syuting sedang berlangsung di Korea. Ini momen-momen ketika Bora bersama sang penulis novel Asma Nadia, BCL, dan beberapa kru film tersebut.

Traveling

Bora sering traveling ke berbagai negara. Ketika pergi traveling, ia sering mengabadikan foto dengan beragam wanita muslim di negara yang dikunjunginya. Ini momen saat Bora pergi ke Taiwan. Ia mengambil foto bersama para muslimah di negara tersebut.
(ays/ays)

sumber : detik

Selalu Dibawa Makan di Warung, Wanita Ini Minta Putus Tapi Akhirnya Menyesal Ketika Tahu Pacarnya


Materialistis dan realistis kadangkala memang seringkali menjadi salah satu syarat mencari pasangan. Kisah cinta di bawah ini mungkin akan mengingatkan kita akan cinta yang sebenarnya itu tidak diukur dari kekayaan materi yang kita miliki.

Dilansir Stomp, Jumat (1/4/2016), seorang netizen menceritakan kisahnya di sebuah forum internet. Ia mengatakan pacarnya dulu adalah seorang wanita yang polos dan menyenangkan. Keduanya berbahagia walau hanya melakukan hal-hal yang sederhana.

Namun setengah tahun terakhir ini pacarnya menjadi terlalu perduli akan materi, bahkan menolak untuk dibawa makan di warung dan akhirnya minta putus.

Pria ini pun menyetujui namun ia mengajak pacarnya untuk kencan terakhir kalinya sebelum mereka putus dan berjanji kali ini akan mengajaknya makan enak.

Sebenarnya, pria ini memiliki latar belakang yang sangat baik. Keluarganya kaya raya, namun dia tidak pernah membiarkan teman – teman dan pacarnya mengetahui hal ini.

Sehingga semua orang beranggapan ia datang dari keluarga sederhana dan bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.

Orangtua pria ini juga setuju akan pandangan putranya yang ingin hidup mandiri dan bekerja seperti selayaknya pemuda seusianya.

Jadi, walaupun ia seharusnya sama sekali tidak perlu bekerja keras untuk hidup mewah, namun ia tetap menyukai hidup sebagai pegawai kecil yang penuh pencapaian.

Suatu kali, ia mengenal pacarnya ini, waktu itu pacarnya sangatlah polos dan lugu, mereka pun saling jatuh cinta.

Masa-masa awal pacaran mereka sangatlah bahagia, mereka senang melakukan hal-hal sederhana yang tidak perlu uang banyak dan ini pun menyenangkan bagi keduanya.

Mereka terbiasa untuk makan di pinggiran jalan karena merasa murah dan enak. Walau kadang mereka pergi menonton bioskop, namun mereka tidak hidup mewah atau berfoya-foya, pria ini pun tidak pernah membiarkan pacarnya tahu keadaan keluarganya, karena ia merasa hidupnya sekarang sudah bahagia.

Kira-kira setengah tahun yang lalu, pacarnya mulai berubah dan terus mengeluh mengapa teman-temannya selalu mendapatkan hadiah benda-benda bermerek dari pacar mereka dan makan di restoran mewah, sedangkan mereka hidup dengan sangat sederhana.

Karena berbeda pandangan inilah mereka akhirnya sering bertengkar dan pacarnya akhirnya mengajukan untuk mengakhiri hubungan.

Namun pria ini tahu, penyebab dari putusnya hubungan ini adalah pacarnya yang merasa dirinya tidak mampu memberikan hidup yang dia inginkan.

Walaupun merasa sakit hati dan kehilangan pacar yang polos dan baik hati dulu, namun ia pun ingin mengajarkan pada pacarnya ini bahwa kekayaan bukanlah segalanya.

Apa yang pacarnya lakukan ini hanyalah membuktikan bahwa pacarnya tidak mencintai dirinya, melainkan materi yang dia miliki saja.

Akhirnya pria ini berjanji untuk memberikan makan malam terakhir yang mewah sebelum mereka putus dan wanita ini pun menyetujuinya.

Malam itu, pria ini membawa mobil BMW milik keluarganya dan mengenakan jas yang sangat rapi untuk menjemput pacarnya.

Pacarnya sangat kaget melihat semua hal ini, namun pria ini hanya merasa sakit hati, ternyata segala hal kecil yang ia korbankan untuk pacarnya tidak sebanding dengan semua “kekayaan” ini.

Ia pun membawa pacarnya pulang ke rumah dan mengenalkannya pada orangtuanya. Kemudian pria ini berkata pada papa mamanya, “Pa, ma, ini adalah teman baik saya.” Senyuman di wajah pacarnya pun perlahan menghilang.

Selanjutnya mereka pun pergi makan ke restoran mewah. Kemudian ketika pria ini mengantar pacarnya pulang, pacarnya berkata, “Maaf, aku gak tahu”. Namun pria ini hanya menjawab dengan dingin, “Gakpapa, aku ga bisa kasih kehidupan yang kamu mau.”

Terakhir pria ini berkata kepada pacarnya, “Untung aku nggak pernah kasih tahu kamu soal keluarga aku yah..” kemudian ia menyetir pulang.

Walaupun kita tidak bisa hidup tanpa uang, namun uang itu memang bukan segalanya sobat cerminan! Jangan sampai kita kehilangan seseorang yang kita sayangi hanya karena uang ya!

Hafal Quran di Usia 70 Tahun, Tidakkah Kita Malu dengan Kakek Ini?


“Usia seperti saya sudah sulit menghafal, berbeda dengan masa kuliah dulu,” mungkin kalimat ini pernah kita dengar. Atau bahkan kalimat ini adalah alasan kita saat dimotivasi untuk menghafal Al Quran.

Seorang kakek asal Jeddah sepatutnya membuat kita malu. Ya, kita sebut kakek karena usianya sudah 70 tahun.

Ia mulai menghafal Al Qur’an pada usia kepala enam. Usia yang jauh lebih tua dibandingkan kita yang kadang mengeluh dengan alasan di atas. Usia yang bagi sebagian orang sudah dilanda kepikunan. Usia yang bagi sebagian orang sudah bergulat dengan berkurangnya daya penglihatan. Usia yang bagi sebagian orang sudah mulai tak sempurna daya ucapnya.

Abdullah Muhammad Musa, namanya. Bukannya ia tak mengalami kesulitan saat menghafal Al Qur’an.

“Tentu saja aku mendapatkan kesulitan,” tuturnya seperti dikutip buku Negeri-Negeri Penghafal Quran, “terutama dalam masalah makharijul huruf dan tajwid.”

Namun kendala ini tidak mematahkan semangat Abdullah. Kepada Syaikh Abdullah Husain, Abdullah mulai menghafalkan Al Qur’an. Di bawah bimbingan hafiz berijazah di Masjid Raya Abdul Aziz itu, ia berhasil menghafal 10 juz Al Quran. Kendati usianya sudah tua, Abdullah bersemangat belajar menghafal Al Quran di masjid tersebut selama beberapa tahun. Bandingkan dengan kita yang masih muda namun malas ke masjid. Ke masjid hanya untuk shalat berjamaah, itu pun belum tentu lengkap lima waktu.

Berhasil menghafal 10 juz di Masjid Raya Abdul Aziz, Abdullah kemudian berpindah ke Masjid Shalah Karamah. Di Masjid ini, Abdullah hanya butuh waktu dua setengah tahun untuk dapat menyelesaikan hafalannya. Jadilah ia hafal 30 juz Al Quran di usianya yang ke-70.

Masya Allah... sungguh Allah telah memberinya anugerah setelah kesungguhannya bermujahadah. Meskipun awalnya ia memiliki kendala makharijul huruf dan tajwid, Allah memudahkannya menghafal keseluruhan firman-Nya dalam Al Qur’an. Bahkan yang ajaib, ia bisa menghafal 20 juz dalam dua setengah tahun.

Kita –khususnya saya- pantas malu jika tak memiliki semangat menghafal Al Quran. Usia masih muda, tak ada kendala mengeja dan melafalkan ayat-ayat Al Quran, namun masih juga banyak alasan. Astaghfirullah... [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

Senin, 04 April 2016

Konser Berhenti, Ratusan Metalhead Shalat Magrib! INI BARU KEREN!


Jelang Magrib atau sekitar pukul 17.00, hingar-bingar musik tiba-tiba dihentikan.
Lapangan Panahan Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, tempat digelar ajang Rock In Borneo, Sabtu (26/3/2016), sontak hening.

Ratusan Metalhead (penggemar musik metal) bersiap melaksanakan shalat magrib berjamaah di depan panggung utama.

Panitia menggelar kain terpal biru di tengah lapangan. Metalheads yang mengenakan kaus hitam mengambil wudhu untuk menunaikan salat Magrib. Beberapa dari mereka mengenakan sarung dan kopiah.

Shalat Maghrib dipimpin imam Al Habib Hasyim bin Salim. Tak hanya metalhead, petugas polisi, TNI hingga petugas pemadam ikut pula salat Magrib berjamaah.
Usai salat, acara dilanjutkan dengan salawat dan tausiyah. Para Metalhead duduk tenang mendengarkan tausiyah singkat dari Al Habib Hasyim bin Salim.

Mereka menyimak bacaan doa dan salawat dengan seksama. Selepas Isya, penonton kembali dihibur sajian musik reggae dari Steven Jam.

Beberapa lagu reggae, seperti Welcome To My Paradise, Anak Pantai hingga Lagu Santai, mengalun. Penonton ikut bergoyang. Sementara itu puluhan ribu penonton terus memadati Lapangan Panahan tadi malam. [tribunnews]

Simak Video Berikut :



KOK BISA! Rajin Beribadah Namun Terkena Azab Allah


Siapa pun tidak akan pernah mau menjadi sosok manusia berikut ini. Di dunia ia dikenal masyarakat luas sebagai orang yang baik. Ahli ibadah, rajin menuntut ilmu, membaca Al Qur’an, aktif berdakwah dan dermawan bahkan telah berkorban dengan harta, jiwa dan raganya di jalan Allah. Namun, di akhirat kondisinya sangat tragis terkena azab allah didunia dan mengenaskan karena menjadi penghuni neraka. Apa yang salah? Yang salah adalah niat dan motivasinya dalam beramal. Semua kebaikan dan kebajikan yang dilakukan di dunia, ternyata tidak didasari dengan ikhlas, mencari ridha Allah swt, melainkan karena riya’ (pamer) dan mengharapkan pujian manusia. Sehingga semua amal kebajikannya pun hancur lebur tak berbuah pahala sedikit pun.

Rasulullah saw telah memberitakan sosok manusia nestapa ini dalam hadits shahihnya,
Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili dan dieksekusi adalah:

  • Seorang yang mati di jalan Allah. Ia dihadirkan dan diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nimat itu?” Ia menjawab, “Aku pergunakan untuk berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau telah berbohong. Engkau berperang (dengan motivasi) agar engkau dipanggil “pemberani” (pahlawan). Maka, hal itu benar-benar telah terwujud. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka.
  • Dan dihadirkan (pula) seorang yang rajin mencari ilmu, mengajarkannya kepada orang lain dan rajin membaca Al Qur’an. Diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku pergunakan untuk menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an.” Allah berfirman, “Engkau dusta. Sesungguhnya engkau rajin mencari ilmu agar engkau dijuluki sebagai “orang ‘alim” (cerdas, jenius atau intelektual). Dan engkau rajin membaca Al Qur’an agar engkau dipanggil “Qori’” (ahli tilawah). Maka, hal itu pun benar-benar telah terealisir. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka.
  • Dihadirkan juga seorang yang diluaskan rezekinya oleh Allah dan dianugerahi beragam harta yang melimpah. Diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun mengenalnya. Lalu ditanya, “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Tidak ada urusan yang Engkau senang untuk berinfak di situ kecuali aku telah berinfak di dalamnya semata-mata untuk-Mu (mencari ridha-Mu)”. Allah berfirman, “Engkau berbohong. Sesungguhnya engkau berinfak agar engkau dipanggil “dermawan.” Maka, hal itu benar-benar telah terwujud. Kemudian datang perintah agar diseret wajahnya hingga dijerumuskan ke dalam api neraka” (HR Muslim no. 1905).

Ayat dan hadits di atas menggambarkan betapa bahayanya riya’. Ia merupakan virus ganas yang menyerang amal seseorang dan membumihanguskannya sehingga tidak menyisakan pahala sedikit pun. Bahkan, Abu Hurairah ra sampai pingsan 3 (tiga) kali ketika ingin memberitakan hadits tersebut karena beliau sangat takut sekali dengan penyakit hati yang paling berbahaya ini (Ar Raaid, Maazin Al Furaih, I/53).

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (QS Al Baqarah [2]: 264).

Mengungkit-ungkit Kebaikan

Allah swt mengawali pesan-pesan spiritual-Nya dalam ayat tersebut dengan memanggil orang-orang yang beriman dengan An Nida’ Al Habib (panggilan mesra), “Yaa Ayyuhalladziina Aamanuu”. Hal ini memberikan pemahaman kepada kita, bahwa kejujuran keimanan seseorang mendorongnya untuk tidak menghilangkan (pahala) beragam kebaikan, termasuk sedekahnya dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). Ia sadar betul, bahwa mengungkit-ungkit kebajikan diancam oleh Nabi saw –dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim – dengan dijauhkan dari surga dan tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Keimanannya kepada Allah menjadikannya selalu beramal dan berbuat kebajikan didasari ikhlas karena Allah dan bukan karena riya’ kepada manusia.
Berbeda sekali, ketika hati kosong dari iman dan dipenuhi oleh riya’. Dalam kajian tafsir Sayyid Quthb –rahimahullah – orang yang riya’ tidak akan dapat merasakan denyut dan secercah iman sebab telah tertutup oleh riya’. Hati yang semacam ini diumpamakan seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Maka, terkuaklah kerasnya batu itu, meski telah disiram hujan, ia tetap tidak menumbuhkan tanaman dan tidak menghasilkan buah. Begitu pula dengan hati yang berinfak karena riya kepada manusia, maka tidak akan membuahkan kebaikan dan menghasilkan pahala (Fi Zhilal Al Qur’an, I/303).
Karena itu, pantaslah kalau riya’ adalah sifat dan karakter orang-orang munafik sebagaimana firman Allah swt, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisaa’ [4]: 142).
Sebab-sebab riya’ dan obatnya

Sifat negatif yang ada pada seseorang bukanlah bawaan dari lahir, melainkan karena ada faktor-faktor pemicunya. Demikian pula dengan riya’, kemunculannya didorong oleh banyak sebab. Di antara sebab-sebab riya’ adalah lingkungan keluarga dan didikan sejak kecil, pengaruh teman yang buruk akhlaknya, tamak, ambisi terhadap jabatan dan popularitas, dan tidak mengenal Allah dengan baik.

Penyakit hati yang juga dikenal dengan sebutan “Syirik Ashghar” (syirik kecil) ini tidak berarti tidak bisa dibasmi dan diobati. Sebab, setiap penyakit pasti ada obatnya, termasuk riya. Di antara obat riya adalah:

Mengenal Allah lebih mendalam, menjauhi teman-teman yang dikenal sebagai orang yang suka riya’, meningkatkan komitmen terhadap nilai-nilai-Islam, sering mengingat dampak-dampak negatif riya baik di dunia maupun di akhirat dan lain-lain, selain tentu dengan do’a, meminta perlindungan Allah swt dari virus ganas ini seperti biasa dilakukan oleh para ulama salaf.

Berbagi itu indah, yuk bagikan ini ke-sesama umat muslim disekitar kita, semoga kita senantiasa dilindungi dan berada di jalan ALLAH.

WAJIB BACA!! Amalan yang Lebih Tinggi Nilainya Di Sisi Allah Daripada Syahid


Banyak orang muslim belum mengetahui amalan yang tinggi ini, selama ini mereka hanya mengerjakan hal-hal yang biasa dilakukan turun-temurun dan yang di Ajarkan di dayah atau madrasah, namun melupakan inti saripati Islam Yang Hakiki.

Didalam Hadist yang dicatat pada kitab Sunan At Tirmidzi Hadist ke 30, Abu Sa’id Al Khudri menjelaskan sabda Rasulullah tentang golongan paling utama di sisi Allah. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah, “Golongan siapakah yang paling utama di sisi Allah pada hari Kiamat nanti?”

Rasulullah saw. menjawab, “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.”

Mendengar itu, Abu Sa’id Al Khudri r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan para pejuang di jalan Allah?”

Rasulullah saw. menjawab, “Meskipun dia berhasil menghujamkan pedangnya kepada orang-orang kafir dan musyrik sehingga mereka terluka dan berlumuran darah, tetap saja orang-orang yang berzikir kepada Allah lebih utama dari dirinya (pejuang di jalan Allah).”

Kemudian Selanjutnya Hadits 31 Memperkuat lagi:

Dalam Sunan Ibnu Majah, Abu Ad Darda` r.a. menjelaskan keutamaan zikir sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw., “Maukah aku beri tahu kalian tentang suatu amal paling baik, paling suci dalam pandangan Allah, paling tinggi tingkatannya, bahkan amal itu lebih baik dari sedekah kalian yang berupa emas ataupun perak dan lebih baik daripada saat kalian bertemu dengan musuh hingga kemudian kalian memenggal kepalanya (jihad di jalan Allah)?”

Para sahabat menjawab, “Tentu kami bersedia, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. melanjutkan, “Amal itu adalah zikir kepada Allah.”

Al Hakim Abu Abdullah dalam kitab Mustadrak mengatakan, “Sanad hadits ini Sahih.”

Ada banyak sekali bentuk dzikir kepada Allah, jadi bagaimana amalan yang dimaksud oleh Rasullullah tersebut? sementara semua orang juga berzikir, zikir serperti apa yang dimaksud?
Untuk menjawab tersebut mari kita baca hadist Rasulullah berikut ini:

“Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau di muka bumi tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah (Dzikir Allah, Allah jelas dan tegas sebagai penangkal Kiamat jagad ini) (HR Muslim).

Bahkan pada suatu ketika Nabi pernah membai’at dan menalqin kepada diri sahabat Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang diterangkan di dalam Hadits shahih yang muttashil sanadnya, yaitu : “Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah : “Hai Ali, pejamkan kedua matamu dan tempelkan sepasang bibirmu serta lipatkan lidahmu pada langit-langitan mulut dengan berdzikir Allah, Allah, Allah di dalam Lathifah dari Lathaif tujuh” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Dilain waktu Rasul bersabda : “Dari Ali Karamallahu Wajhah : Aku katakan ya Rasulullah, manakah jalan Metodologi yang sedekat-dekatnya kepada Allah dan semudah-mudahnya atas hamba Allah dan semulia-mulianya di sisi Allah? Maka Jawab Rasul SAW : “Ya Ali penting atas kamu berkenalan/senantiasa berdzikir kepada Allah”. Berkatalah Ali : Tiap orang berdzikir pada Allah. Maka Rasul bersabda : “Ya Ali, tidak ada terjadi kiamat sehingga tiada lagi tinggal di atas permukaan bumi ini, orang yang mengucapkan Allah, Allah”. Maka Sahut Ali, bagaimana caranya aku berdzikir ya Rasul? Maka Sabda Rasul SAW : “Pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari saya ucapan tiga kali. Kemudian ucapkanlah seperti itu dan aku akan dengarkan”.

Maka sejenak Rasul mengucapkan : “Laa Ilaaha Illallah, tiga kai sedang kedua matanya tertutup. Kemudian Alipun mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah seperti demikian. Ajaran tersebut kemudian syayidina Ali ajarkan pula kepada hasan Basri dan dari Hasan Basri diajarkan kepada Al Habib Al Ajay, dari Al Habib diajarkan kepada Daud Athaiy, dari Daud diajarkan kepada Al Makruf Al Karaci dan dari Al Makruf kepada Assuraa, dan kemudian dari Assuraa kepada Al Junaid (HR Thabrani dan Baihaqi).

Teknik berzikir ini sudah lama diamalkan oleh para sufi, para wali dan para ulama pewaris nabi, karena sangat halus dan tingginya zikir ini sehingga tidak semua orang bisa mengamalkannya dengan sempurna apalagi tanpa dibimbing oleh guru yang sah.

Zikir ini dilakukan didalam hati, perhatikan hadist diatas.. “pejamkan mata”, “tempelkan sepasang bibirmu”, “lipatkan lidahmu pada langit-langitan mulut” lalu ucapkan Allah Allah, itu artinya bukan fisik kita yang berzikir namun ruhaniah kitalah yang dituntut untuk berzikir dengan mematikan panca indra. Dan ini memerlukan latihan khusus (suluk) serta bimbingan Guru Mursyid.

Berhubung yang berzikir adalah ruh kita tentu gangguan gaib juga akan banyak muncul, bisa jadi gangguan itu berupa jin yang berupa sangat jelek atau jin yang mengaku wali Allah sehingga jika tidak di bimbing oleh guru yang sah maka bisa jadi kita disesatkan oleh iblis.

Didalam Al-Qur’an Allah memerintahkan kita untuk melakukan zikir didalam hati. Allah SWT berfirman: “Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai” (QS 7 : 205)

Pada riwayat yang lainnya disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Zikir diam (khafiy) 70 kali lebih utama daripada zikir yang terdengar oleh para malaikat pencatat amal. “ (Al-Hadits)

Dengan membaca secara seksama urutan ayat dan hadits diatas tentu kita sudah meyakini benar betapa tingginya amalan zikir sir ini, amalan para wali, amalan para pembawa islam ke Indonesia dan menyebarkan Islam keseluruh Nusantara yang kini mulai disamarkan oleh musuh-musuh Islam baik dari dalam maupun dari luar.

Marilah kita berdoa semoga kita mendapat petunjuk dan menemukan Guru yang bisa membimbing kita secara lahir dan batin menuju Ridha Allah SWT. [Muslimterbaru]

Nekat Lamar Putri Ulama Besar Saudi, Mahasiswa Ini Tercengang Saat Mendengar Jawaban Ulama Tersebut


Dalam kajiannya di Al Qashim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, seorang ulama besar negeri Arab yang terkenal, pernah didatangi seorang pemuda bernama Khalid yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa.

Setelahnya dari majelis muhadharah tersebut, beliau menghampiri Syaikh ‘Utsaimin yang hendak pulang ke rumah. Syaikh ‘Utsaimin selalu berjalan kaki dari rumah ke tempat kajian begitu pula sebaliknya. Di tengah jalan pemuda itu nekat memberanikan diri untuk bertanya, “Syaikh, apakah Anda mempunyai anak perempuan?”

Ketika mendengar pertanyaan pemuda tersebut, Syaikh ‘Utsaimin berubah mimik mukanya dan bertanya, “Ada apa akhi?”

Pemuda itu menjawab, “Kalau ada, saya berniat meminangnya, bolehkah saya meminangnya?”

Lalu apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin? Apakah beliau bertanya usaha bapak kamu apa? Kamu sudah hafal hadits berapa? Sebelumnya kamu lulusan apa? Gaji kamu berapa? Tabungan kamu berapa? Bahkan Syaikh ‘Utsaimin tidak memberikan sebuah pertanyaan apapun kepada pemuda ini, Syaikh ‘Utsaimin hanya berkata, “Tunggulah kabar dariku, In sya Allah akan aku telepon…”

Lalu dalam hari-hari penantian kabar tersebut, pemuda ini mengalami kegelisahan juga, satu hari berlalu, dua hari berlalu, hingga sepekan berlalu. Ia bertanya dalam hati, “Apakah Syaikh lupa ya, perlukah saya mengingatkannya?”

Namun, pemuda ini teringat perkataan Syaikh yang menyuruhnya menunggu. Hingga akhirnya sebulan setelah peristiwa itu ada telepon yang dialamatkan ke asrama. Namun kebetulan pemuda itu sedang kuliah.

Akhirnya dari pihak asrama menyampaikan ke pemuda ini bahwa beliau dicari oleh Syaikh ‘Utsaimin. Dalam hati dia bertanya, “Kenapa ya Syaikh ‘Utsaimin mencariku?”

Ternyata pemuda ini sudah agak pesimis dan bahkan agak melupakan tentang permintaannya.

Ketika beliau melepon Syaikh ‘Utsaimin, beliau bertanya, “Ada apa Syaikh?”

“Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu akhi?”

“Pembicaraan yang mana, Syaikh?”

“Pembicaraan ketika kamu menyusul saya di jalan. Akhi, silahkan kamu lanjutkan prosesnya..”
Pemuda itupun terkejut, ternyata Syaikh ‘Utsaimin masih mengingatnya dan beliaupun akhirnya membalas pernyataan Syaikh ‘Utsaimin dengan terbata-bata, “Syaikh, perkenankan saya mengabari orang tua saya terlebih dahulu untuk kelanjutannya…”

“Silahkan akhi, saya tunggu kedatangan kalian…”

Ternyata pemuda yang bermodal nekat ini juga belum memberitahukan orangtuanya kalau beliau hendak melamar anak Syaikh ‘Utsaimin.

Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin selama satu bulan tersebut? Inilah adab ‘ulama yang harus dicontoh oleh wali seorang anak perempuan…

Syaikh ‘Utsaimin ternyata menyelidiki sendiri tentang pemuda ini, dari pergaulannya, bagaimana di mata teman-temannya, di mata gurunya, bagaimana keseriusan dalam belajarnya, prestasinya di kampus, latar belakang keluarganya. Itu beliau lakukan sendiri! Bukannya langsung ditanyakan kepada pemuda itu di tempat itu dan saat itu juga. Dan akhirnya setelah mengetahuinya dengan jelas, barulah beliau memutuskannya setelah bermusyawarah dengan keluarga beliau.

Pemuda ini adalah pria pada foto di atas, ia adalah Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih yang saat ini menjadi salah satu ulama yang dikenal di negeri Arab.

Sumber: Cahayamuslim

Jasad Siyono yang Masih Utuh dan Tak Berbau jadi Perbincangan, Mungkinkah ia Syahid?


Proses autopsi jenazah almarhum Siyono yang dilaksanakan pada hari ini, Ahad (03/04/2016) berjalan lancar. Proses autopsi ini juga dibantu pengawalan ketat KOKAM, salah satu organisasi pengamanan Muhammadiyah.

Komandan KOKAM dari Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Sriyanto menjadi salahsatu tenaga yang dikerahkan untuk menggali makam Siyono.

Secara tegas, ia tak mau bercerita secara terbuka terkait proses penggalian makam dan kondisi jenazah Siyono.

“Saya takut salah tafsir nanti mas,” ujar Sriyanto usai proses penggalian usai.

Namun, salah seorang anggota Kokam lainnya bercerita bahwa ia merasa takjub saat ia ikut dalam proses penggalian makam Siyono.

“Subhanallah. Luar biasa sekali. Jasadnya utuh, tidak ada bau sama sekali,” ujar seorang anggota Kokam di Masjid Muniroh samping kediaman Siyono seperti dilansir kiblat.net dan dikutip sangpencerah.com.

Pria setengah baya yang enggan disebutkan namanya ini menjelaskan kondisi jasad Siyono masih utuh, sama seperti dikuburkan sekitar duapuluh hari yang lalu. “ Hanya rambutnya saja yang sedikit berkurang,” tambahnya.

Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono turut mengkonfirmasi keutuhan jasad Almarhum Siyono. Endro yang turut menyaksikan proses autopsi jenazah sempat berbincang dengan Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU., Sp. Perio (70 tahun) yang memimpin proses autopsi. Menurut Prof. Dibyo, kondisi tanah lempung yang basah di sekitar makam sangat membantu awetnya kondisi jenazah.

“Proses autopsi yang dilakukan terhadap Siyono bukanlah autopsi untuk identifikasi namun penentuan tempat luka atau trauma pada jasad Siyono,” ujar Prof. Dibyo seperti dituturkan Endro.

Pakar odontologi forensik ini melanjutkan, biasanya dalam rentang waktu dua puluh hari kondisi perut jenazah pada umumnya sudah dalam keadaan terburai. Namun, hal itu tidak terjadi pada jenazah Almarhum Siyono.

“Dokter-dokter forensiknya juga banyak yang gak pakai masker. Karena tidak berbau,” tutur Endro.

Peristiwa ini pun menjadi perbincangan dan komentar netizen di jejaring sosial media, seperti disampaikan akun Adim Yati.

“Masih utuh dan tak berbau-nya jasad almarhum, Itulah ciri mati syahid,” tulis netizen yang juga Marketing Manager sebuah perusahaan swasta.

Netizen lain, Rizqi Sukma Kharisma pun ikut berkomentar “MasyaAllah, Semoga beliau diberikan syahid”, tulisnya.

Netizen berharap keadilan harus di tegakkan, orang yang belum terbukti bersalah melalui proses pengadilan meninggal dengan mengenaskan, tanpa terbukti dia sebagai teroris, aparat polisi ataupun densus 88, jika bersalah maka harus diberi hukuman setimpal.[islamedia]

Minggu, 03 April 2016

Masih Malas Shalat? 6 Siksa Ini Menunggu Anda!


Al-Qur’an mendidik kaum Muslimin dengan cara yang sempurna. Berimbang. Tidak berat sebelah. Penuh dengan kebaikan dan hikmah.

Di antara poin yang ditekankan di dalam al-Qur’an, ketika disebutkan pahala atas sebuah amal kebajikan pasti disebut pula hukuman bagi siapa yang meninggalkannya. Metode penghargaan lawan hukuman ini pun banyak kita dapati di dalam banyak riwayat hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang mulia.

Tentang shalat, misalnya, kita banyak menjumpai riwayat yang menjelaskan pahalanya. Sebagai metode menakut-nakuti, karena memang hal itu salah satu fitrah manusia, banyak juga riwayat yang menyebutkan tentang hukuman yang pasti diterima bagi kaum Muslimin yang malas melakukan salah satu kewajiban utama ini.

Berikut 6 siksa yang pasti Anda dapatkan jika masih malas mendirikan shalat, apa pun alasannya. Celakanya, 6 siksa ini diberikan sejak di dunia, setelah masuk ke alam kubur, dan kelak di neraka. Na’udzubillah.

Pertama, berperilaku seperti orang kafir. Padahal, shalat merupakan pembeda (furqan) utama antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang ingkar. Shalat itu wajib. Haram ditinggalkan.

Kedua, digelayuti kesialan hidup.

Orang yang malas mendirikan shalat, bisa jadi mendapatkan kehidupan dunia yang menyenangkan. Tapi yakinlah, kesenangan itu hanya dalam pandangan manusia, sementara, dan amat fana. Di baliknya adalah bahagia semu dan kegelisahan yang tidak ada ujungnya.

Ketiga, nafsunya semakin liar dan bergejolak.

Shalat itu menundukkan nafsu dan syahwat karena di dalamnya ada banyak kalimat dzikir yang diucapkan. Kalimat dzikir membuat seorang hamba tenang dan bahagia. Sebaliknya, saat hati kosong dari nama Allah Ta’ala, ianya hanya menjadi sarang bagi nafsu dan syahwat yang merusak.

Keempat, mati dalam keadaan mengenaskan.

Ialah su’ul khatimah, akhir kehidupan yang buruk. Jika seorang hamba jarang mendirikan shalat, dia pasti sibuk dalam maksiat atau berbagai jenis kesia-siaan. Kesibukan buruknya itulah yang pasti mengantarkannya menuju ajal.

Kelima, hadiah siksa kubur yang mengerikan.

Siapa meninggalkan shalat karena malas, ada hadiah yang pasti diperoleh setelah masuk ke alam kubur. Di antaranya; dipukul dengan palu besar, dililit ular dan kalajengking, mukanya hitam saat dibangkitkan di Yaumul Mahsyar.

Keenam, neraka saqar pun menanti.

Hal ini sebagaimana diseburkan dalam firman Allah Ta’ala,

“’Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,’” (Qs. al-Mudatstsir [74]: 42-43)

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rujukan: Mutiara Hikmah Facebook 1, KH Muhammad Arifin Ilham, Sygma Publishing, Bandung, 2012.

Pantang Minta-minta, Mbah Tohari yang 104 Tahun Tetap Keliling Jualan Sabun


Meski sudah berusia 104 tahun, Atmo Tohari selalu bersemangat menempuh perjalanan yang sama belasan kilometer setiap hari.

Sejak pagi sampai menjelang malam, pria yang kerap disapa Mbah Tohari ini berkeliling dari kampung yang satu ke kampung lainnya dengan sepeda tuanya demi mendapatkan rupiah.

Mbah Tohari sudah tidak bisa mengayuh sepedanya itu. Tubuhnya sudah membungkuk, kulitnya keriput, dan ada alat pendengaran terpasang di kedua telinganya. Namun, tidak tampak raut putus asa di wajahnya.

"Saya ini sudah tua, sudah 104 tahun," ucap Mbah Tohari sembari tersenyum saat menyempatkan diri berbincang dengan Kompas.com, Kamis.
Mbah Tohari saat itu tengah melintas di jalan Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Di belakang sepeda itu terdapat tumpukan kardus yang berisi dagangan berupa barang-barang kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun mandi, pasta gigi, sampo, hingga sabun cuci.

Sementara itu, di setang depan sepedanya terdapat kantong-kantong berisi air minum, kain sarung, dan bekal pribadinya sepanjang berjualan.

Berdagang keliling ini dilakoninya sejak tahun 1994. Dia pun memiliki jadwal dan rute perjalanan khusus. Hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu adalah hari bekerja. Hari Senin dan Jumat adalah saatnya libur dan perkulakan barang-barang yang harus dijualnya kembali.

"Kalau dulu, saya tidak pakai sepeda. Saya memikul barang dagangan, lalu keliling dari kampung ke kampung," ungkap kakek yang tinggal di Jalan Telaga Warna, RT 6 RW 18 Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, itu.
Setiap malam, Mbah Tohari terlebih dulu menyiapkan barang-barang dagangannya sehingga bisa berangkat berjualan pada pukul 05.30 WIB. Dia lalu akan berkeliling hingga pukul 16.00 WIB.

Pantang minta-minta

Nama Mbah Tohari menjadi perbincangan di kalangan netizen di Magelang. Banyak netizen yang menayangkan foto-foto Mbah Tohari yang tengah menuntun sepeda bututnya dan menjajakan dagangan di akun media sosial masing-masing.
Komentar demi komentar yang menyatakan keharuan sekaligus kekaguman terhadap sosok kakek bekas pejuang kemerdekaan ini pun bermunculan.

Kehidupan keras bagi lelaki tua seperti Mbah Tohari bukan menjadi sebuah penghalang untuk putus asa. Dia mengaku, hatinya memberontak jika hanya duduk berpangku tangan mengharap belas kasihan orang lain.

Mbah Tohari menuturkan, dirinya pantang mengeluh meski harus menghadapi berbagai cuaca serta tanjakan dan turunan yang tak jarang membuat napasnya tersengal-sengal saat mendorong sepeda.

"Kalau capek yang istirahat, sambil nunggu pembeli. Kalau saya diam di rumah, malah sakit badannya, pegal-pegal, jadi saya anggap (jualan) ini menjadi olahraga," tutur pria berputra lima, bercucu 10 dengan enam buyut ini.

Kondisi Mbah Tohari tidak pelak membuat iba warga yang melihatnya. Selain ada yang membeli barang dagangannya, tidak jarang pula ada yang memberinya uang kepadanya. Namun, dia sering menolak pemberian uang secara cuma-cuma.

"Saya tidak mau dikasih uang orang lain hanya karena kasihan kepada saya. Saya akan terima (uang) itu jika dia membeli barang saya, walaupun cuma sedikit," katanya.

Berdoa

Mbah Tohari yang mengaku beristri empat itu berbagi resep hidupnya. Mbah Tohari menuturkan, ia setiap malam selalu berdoa.

"Setiap malam saya berdoa, bukakan pintu surga yang seluas-luasnya. Itu saja yang saya lakukan," katanya.

Nur, salah satu pembeli, mengaku bahwa Mbah Tohari adalah langganannya. Ia sering membeli barang dagangannya saat melintas di depan rumahnya di kawasan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dia juga pernah melihat foto Mbah Tohari di media sosial Facebook.

"Kalau pas lewat, saya biasanya beli. Saya kagum dengan beliau, sudah sepuh (lansia), tetapi masih kuat bekerja," kata Nur. [lampung.tribunnews]

Bisnis Anda Sepi? Ini 8 Penglaris dari KH Muhammad Arifin Ilham


Menjalani profesi sebagai pebisnis merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan harta yang berlimpah dan berkah. Bisnis merupakan sembilan dari sepuluh mata pencaharian yang dijanjikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagai pembuka rezeki.

Selain strategi jitu bermodalkan ilmu yang dimiliki, ada hal lain yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalankan bisnis. Inilah yang sering disebut masyarakat dengan penglaris. Jika saat ini bisnis kita masih sepi, biasa-biasa saja , dan omsetnya tak kunjung naik, mungkin ada yang salah dari diri kita.

Karena itu, silakan coba delapan penglaris yang direkomendasikan oleh Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham berikut ini. Jika dipraktikkan dengan benar, insya Allah bisnis yang kita jalankan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Perhebat Istigfar

Bacalah kalimat permohonan ampun kepada Allah Ta’ala sebanyak tujuh puluh kali atau seratus kali dalam sehari atau lebih banyak lagi. Iringi dengan kesungguhan dan niat yang bulat untuk menjauhi semua jenis dosa.

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu. Dan mengadakan untukmu kebun-kebun. Dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh [71]: 10-12)

Sungguh-sungguh Taqwa

Jauhi semua larangan Allah Ta’ala dan kerjakanlah perintah-perintah-Nya dengan sungguh-sungguh. Jangan main-main. Jangan setengah-setengah. Taqwa adalah jaminan keberhasilan bagi semua orang yang beriman.

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (Qs. ath-Thalaq [65]: 2)

Taqwa yang benar adalah jaminan solusi atas setiap persoalan dalam hidup dan bisnis yang kita jalani.

Tawakkal

Setelah melakukan semua kiat-kiat bisnis secara praktis, pastikan bahwa usaha yang dilakukan adalah sesuai batas kemampuan terbaik. Selebihnya, pasrahkan hasilnya kepada Allah Ta’ala. Pasrahkan semuanya kepada-Nya.

“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Qs. ath-Thalaq [65]: 3)

Tawakkal yang benar adalah jaminan kecukupan. Allah Ta’ala akan mencukupi seluruh apa yang kita butuhkan.

Silaturahim dan Sedekah

Kunjungilah saudara-saudara dari jalur keluarga dekat dan jauh. Perbaiki hubungan dengan tetangga sekitar. Berlaku baiklah, meski kepada orang yang memutus tali persaudaraan dengan kita. Kunjungi pula kaum miskin, yatim piatu, dan orang-orang yang berhak menerima sedekah kita.

Dua amalan ini merupakan kran yang akan membuka aliran rezeki sebanyak-banyaknya.

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba’ [34]: 39)

Allah Ta’ala juga berjanji akan mengganti semua harta yang kita sedekahkan dengan ganti terbaik. Luar biasa, bukan? Padahal, harta yang kita sedekahkan, semuanya berasal dari Allah Ta’ala.

Haji dan Umrah

Banyak fakta yang kita dapati. Semakin sering menunaikan haji dan umrah, seseorang semakin kaya dan melimpah hartanya. Tentunya, melimpahnya harta bukan tujuan. Hanya bonus yang diberikan Allah Ta’ala.

Banyaknya pergi haji dan ibadah umrah ini harus diimbangi dengan berbagai jenis amal sosial yang kemanfaatannya untuk orang-orang sekitar. Jangan sampai haji dan umrah berkali-kali tapi tetangga sebelah rumah merasa kelaparan hingga meregang nyawa. Na’udzubillah.

Shalat Dhuha

Amalan utama ini dikerjakan ketika matahari mulai naik, sinarnya terasa hangat. Merupakan kegemaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan jaminan rezeki dalam semua maknanya. Bukan hanya materi tapi juga rezeki dalam bentuk kepuasan bathin atas semua taqdir Allah Ta’ala.

Kerjakan setiap hari. Meski hanya dua rakaat. Syukur-syukur jika bisa empat hingga delapan rakaat saban harinya.

Nikah!

Selain nikmat, nikah juga dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai satu dari sekian banyaknya pintu rezeki. Setelah menikah dengan niat yang benar, pasangan suami-istri akan semakin rajin berusaha, rajin beribadah dan berdoa hingga rezeki pun dilimpahkan oleh Allah Ta’ala tanpa batas.

Buktikan saja, banyak orang yang tadinya miskin menjadi kaya raya dan usahanya semakin lancar setelah menikah dan punya banyak anak.

Ibadah sepenuh Hati

Ibadah bukan untuk membeli dunia. Tapi ibadah yang benar sudah pasti mendatangkan kekayaan dalam semua maknanya. Kaya sejati bukan terletak pada banyaknya aset, tapi seberapa bisa seseorang mensyukuri semua nikmat yang Allah Ta’ala limpahkan kepadanya.

Disebutkan dalam hadits qudsi, “Siapa yang beribdah kepada-Ku sepenuh hati, Aku perintahkan dunia untuk melayaninya.”

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rujukan: Mutiara Hikmah Facebook 1, KH Muhammad Arifin Ilham.

Lakukan 4 Hal Ini Agar Rezekimu Mengalir Deras, Buktikanlah!!!


Rejeki memang tidak hanya berbentuk materi serta duit saja. Namun dapat juga berbentuk lain yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Tetapi umumnya manusia bekerja setiap hari untuk mendapatkan duit.

Jumlah rejeki semasing orang berbeda setiap bulannya. Beberapa pekerja umumnya telah mempunyai ukuran berapakah jumlah materi yang bakal didapatkan setiap bln.. Pendapatan ini lah yang lalu dipakai untuk penuhi keperluan sehari-hari.

Tetapi tahukah anda kalau nyatanya ada rejeki yang datangnya dadakan serta tak disangka-sangka? Caranya yaitu dengan lakukan amalan-amalan yang gampang dikerjakan di bawah ini. Apa saja? Tersebut empat langkah menjemput rejeki agar datang mendadak.

1. Perbanyak Syukur

Bersukur adalah langkah untuk memperoleh lebih. Matematika Allah SWT begitu tidak sama dengan matematika yang dipakai manusia. Lihat saja, bagaimana Allah sangat mudah memberi lebih pada mereka yang bersukur. Ada saja jalan rejeki untuk mereka yg tidak mengeluh, walau dalam keadaan yang terbatas serta kekurangan.

Bukankah hal ini dapat telah dijanjikan dalam Allah SWT dalam Alquran, kalau siapa yang bersukur jadi Allah akan memberikan nikmat-Nya. Tetapi mereka yang mendustakan, jadi bakal memperoleh azab yang pedih.

“ (Ingatlah) saat Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya bila kalian bersukur, pasti Saya bakal memberi (nikmat) padamu, namun bila kalian mengingkari (nikmat-Ku), jadi tentu azab-Ku begitu berat”. QS. Ibrahim : 7.

2. Bersedekah

Bersedekah yaitu memberi sebagian yang kita punyai pada orang lain. Allah SWT menjanjikan ubah yang tentu pada mereka yang bersedekah untuk orang lain. Baik sedekah materi ataupun sedekah dalam bentuk lain. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 261 yang berarti:

“Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah yaitu sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada masing-masing bulir diisi seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) untuk siapa yang Dia kehendaki. serta Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha tahu. ” (Al-Baqarah : 261).

Jadi, walau bersedekah awal mulanya bisa kurangi harta yang kita punyai, tetapi setelah itu, Allah SWT akan ganti dengan berlipat ganda. Walau demikian, dalam bersedekah baiknya kita berharap ubah untuk akhirat di banding mengharap balasan didunia. Terutama bila waktu bersedekah kita cuma berharap balasan harta, serta bukanlah ridha dari Allah SWT.

3. Banyak Beristigfar

Istigfar juga jadi satu diantara amalan penjemput rejeki. Terkadang dosa-dosa yang kita kerjakan akan tutup pintu rejeki dalam diri. Hingga walau telah berupaya semaksimal mungkin saja, namun tetap saja rejeki yang dikehendaki tak kunjung diperoleh.

Istigfar adalah dzikir yang maknanya memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan agar manusia beristighfar bila alami kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan serta kekeringan kebun-kebun. Jadi perbanyaklah istigfar bila rejeki tak kunjung ada.

“Dan sebaiknya anda memohon ampun pada Tuhanmu serta bertaubat kepadaNya. (Bila anda kerjakan yang sekian), pasti Dia akan berikan kenikmatan yang baik (terus-menerus) padamu hingga pada saat yang sudah ditetapkan, serta Dia bakal berikan pada masing-masing orang yang memiliki keutamaan (balasan) keutamaannya. Bila anda berpaling, jadi sesungguhnya saya takut anda bakal ditimpa siksa hari Kiamat”. (Hud : 3)

4. Membaca Surat Al Waqiah

Surah Al Waqiah dikenal juga sebagai surat pendatang kekayaan. Surat ke-56 ini diisi kandungan iman serta tauhid, bukti kekuasaan Allah SWT dan ada hari kebangkitan.

“Ajarkanlah Surat Al Waqiah pada isteri-isterimu. Kerana sebenarnya ia yaitu surah Kekayaan. ” (Hadis kisah Ibnu Ady)

Semoga dengan amalan-amalan ini, Allah SWT akan menghadirkan rejeki secara mendadak pada hamba-hambaNya. [rekdaksimuslim]

ALHAMDULILLAH... Bule Slovakia Cantik Ini Masuk Islam Berharap Dapat Imam Yang Shaleh


Radoslava Baratova, Seorang bule cantik asal Slovakia ini telah mantap untuk memeluk agama Islam. Dan kini wanita lajang berusia 30 tahun itu resmi menjadi muslimah. Disaksikan oleh ratusan warga Kemranggeng, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (16/1) pagi di Masjid Al Ishlah, Radoslava mengikrarkan dua kalimat syahadat yang merupakan syarat utama bagi mualaf yang hendak memeluk Islam.

Pengucapan dua kalimat syahadat itu begitu mengharukan.

Tak sedikit warga dan undangan yang meneteskan air mata menyaksikan peristiwa bersejarah dalam hidup wanita kelahiran 26 Juni 1985 silam itu.

Pengucapan dua kalimat syahadat oleh Radoslava dituntun Dr Nasir, tokoh pendidikan Kabupaten Pasuruan, sekaligus kepala Badan Litbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan.

Sebelum bersyahadat, Radoslava sudah mengenakan hijab. Wajahnya tampak begitu anggun alami. Dengan gamis berwarna hitam dan jilbab abu-abu, penampilan Radoslava dengan tinggi 170 cm tampak menarik perhatian warga setempat untuk menyaksikan ucapan syahadatnya.

“Tak disangka, ternyata orangnya cantik, mirip boneka barbie. Saya jadi menangis ada gadis bule mau masuk Islam. Apalagi pengucapan syahadatnya di tempat kami, saya sangat terharu" tutur Fatimah, Salah satu warga yang turut menyaksikan Radoslava masuk Islam.

Radoslava sendiri mengaku masuk Islam karena takjub dengan sikap toleransi yang ditunjukkan oleh kaum muslimin Indonesia.

"Akhirnya saya tertarik dan muncul keinginan kuat menjadi muslim,” jelasnya.

Ia pun berharap, dengan statusnya yang masih lajang, akan mendapatkan suami sholih yang mampu dijadikan imam dan bisa menuntunnya untuk bisa menjadi muslimah sejati yang lebih baik. Amiin.. [go-muslim]

10 Janji Allah Kepada Orang Beriman


ALQURAN terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.

Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, “… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa’). Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman…” (QS. Al-Hajj:38).

3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. ” (QS. Al-Baqarah: 257).

4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”… Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141).

6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).

8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman, “Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An- Nahl: 97).

10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, ”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang­an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya..” (QS. Al-Maa’idah: 52).

Dengan janji-janji yang menggiurkan tersebut tentu kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman.

Untuk menghindari ini dan untuk mengukur pula seberapa kadar keimanan manusia, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu, tes keimanan, sebagaimana tes ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.

Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3). [islampos]